Rabu, 12 Agustus 2009

TIM VOLY 08 MELAJU KEBABAK FINAL

Tampak para pemain Tim 08, Syafri, Karsum, Dukut, Anwar, Dian dan Ikhsan (tidak tampak) didampingi Manager Tim dengan penuh percaya diri memasuki arena pertandingan.(foto:yulianto)

Setelah mengalahkan Tim Voly RT 03 , tim Voly RT 08 akhirnya melaju ke final. Pasukan yang di komandoi Karsum, menyudahi set ke 2 dengan score 25-23. Kemenangan itu tentunya di sambut oleh pendudungnya dengan sukaria, pasalnya ini merupakan suatu sejarah “Sejak terbentuknya RT 08 baru sekali tim kita masuk babak final ” ujar Ahmad Suradji salah satu supporter. Bangun Widodo manager Tim yang juga ketua RT 08 ketika ditemui dilapangan mengatakan keberhasilan ini perlu kita syukuri bersama “Apa yang kita dapat hari ini adalah merupakan hasil kerja keras tim dan kebersamaan kita semua, mudah mudahan kemenangan ini menjadi tambahan amunisi dan memompa darah semangat untuk bisa menjadi yang terbaik, TETAP SEMANGAT” ujarnya dengan berapi-api.

Dibabak final Tim 08 akan berhadapan degan juara bertahan Tim 07. Disinggung bagaimana puluangnya di babak final, pasukan Tim o8 serentak mengatakan OPTIMIS, namun dari itu Tim 07 adalah juara bertahan yang tentunya mempunyai kelebihan dan juga ada kekurangan " Nah dari kekurangan itulah kita akan masuk dan mengobrak-abrik pertahanan lawan yang pada muaranya akan bisa memenangkan partai final nanti" ujar Ikhsan dengan nada optimis.(wdd)

Jumat, 27 Maret 2009

Griya Asri 2 Berpotensi Menjadi Ladang Minyak

Area persawahan yang berbatasan dengan wilayah RT08/07,
disinilah PT. Pertamina melalakukan survey seismik untuk medapatkan sumber minyak
WARDEL. BGA 2,- Kekayaan alam Kabupaten Bekasi melimpah ruah. Setelah berhasil mengeksplorasi dua ladang minyak, diduga masih ada 121 titik minyak lainnya. Saat ini PT Pertamina EP (Eksplorasi Produksi) sedang melakukan survei seismik untuk mengetahui kandungan minyak bumi yang ada di daerah Kabupaten Bekasi. Demikian dikatakan oleh M. Harun, Manager Humas PT Pertamina EP “Kita sudah mulai melakukan survei sejak bulan Januari kemarin, targetnya pertengahan tahun ini sudah diketahui hasilnya” terang Harun Metode survei adalah dengan melakukan pengeboran sedalam 20-30 meter. Kemudian mengetarkannya kedalaman tanah dengan bahan peledak. Getaran yang merambat pada kerapatan batu dan tanah, ditangkap dengan alat khusus untuk mengukur potensi minyak dilapisan tanah. Potensi setiap titik minyak kemungkinan berbeda-beda. Lokasi survey, kata Harun, paling banyak berada di sekitar ladang eksplorasi yang sudah ada saat ini. “Saya tidak tahu dimana saja lokasi surveynya, salah satunya di sekitar Perumahan Bekasi Griya Asri 2.” ujar Harun. Dukut, warga Perumahan Bekasi Griya Asri 2 RT 08 RW 07 Sumberjaya, Tambun membenarkan adanya survey tersebut. ”Tiga kali saya mendengar ledakan cukup keras diarea persawahan yang berbatasan dengan pemukiman kami” ujarnya kepada WARDEL. Namun Dukut yang juga sekretaris RT 08/07 menyesalkan tidak adanya sosialisasi tentang rencana survey dari pihak PT Pertamina maupun Kelurahan, padahal surat edaran dari Pemkab Bekasi sudah terbit pada pertengahan tahun 2008 , hal tersebut menimbulkan keresahan pada masyarakat sekitar bahkan beberapa warga sudah mempertanyakan tentang proses ganti rugi. "Ini akibat minimnya informasi yang diterima warga" ujarnya lebih lanjut Dua ladang minyak di Kabupaten Bekasi yang saat ini sudah dieksplorasi adalah, Blok Tambun dengan jumlah produksi sebesar 12.000-13.000 barel perhari dan Blok Lapangan Tengah masih sedikit yaitu sekitar 1200 barel perhari. Sehingga jumlah keseluruhan jumlah produksi perhari sekitar 14.000 barel perhari. Data survei akan dievaluasi PT. Pertamina EP, jika potensial maka akan dilanjutkan tahap eksplorasi. “Setelah survei selesai, kita akan tahu berapa cadangan yang ada di Kabupaten Bekasi” kata Harun. Potensi migas Kabupaten Bekasi, terang Harun, masuk 10 besar daerah penghasil migas di Indonesia. Kabupaten Bekasi berada di posisi ke lima, setelah Riau, Kutai Karta Negara, Tuban dan Bojonegoro. “Produksinya sudah mencapai 10.000 barel perhari, jadi termasuk besar” ungkap Harun. Dihubungi secara terpisah, Kepala Bagian Sumber Daya Alam Kabupaten Bekasi, Kusmawan mengatakan, bahwa PT. Pertamina sudah melakukan koordinasi dengan pihak Pemda terkait dengan survei yang sedang dilakukan. Menurut Kusmawan, ada 18 Kecamatan yang dijadikan lokasi survei, sedangkan jumlah desanya Kusmawan mengaku tidak ingat betul. “Kalau memang ada potensi minyaknya, mudah-mudahan bisa mendongkrak PAD Kabupaten Bekasi” kata Kusmawan. Pasalnya sejauh ini, terang Kusmawan, Pemkab Bekasi hanya mendapat dana bagi hasil migas dari PT. Pertamina sebesar Rp. 15 Milyar pada tahun 2007, dan meningkat menjadi Rp.20 Milyar pada tahun 2008. Jumlah ini dinilai masih sangat sedikit dari jumlah minyak yang setiap hari diangkat dari bumi Bekasi. “Dana hasil migasnya masih sangat minim” kata Kusmawan. Kritik senada diungkapkan oleh Sekretaris Karang Taruna Kabupaten Bekasi, Hilalludin Yusri. Menurut dia, eksplorasi migas yang selama ini dilakukan oleh PT. Pertamina hanya menimbulkan kerusakan lingkungan. Pasalnya, kata Hilal, lahan radius 5 kilometer dari lokasi pengeboran tidak lagi bisa dimanfaatkan. Para petani kehilangan lahannya. Sedangkan limbah cair pengeboran, menyebabkan pencemaran air dan membuat para petani tambak yang ada dihilir sungai tidak lagi memanfaatkan tambaknya. “Potensi Migas di Kabupaten Bekasi, saat ini masih menjadi fatamorgana bagi masyarakat Kabupaten Bekasi” kata Hilal. Hilal berharap, PT. Pertamina dan Pemkab Bekasi melakukan perencanaan tata ruang yang matang terkait dengan survey yang sedang dilakukan. Sehingga pada saat ke 121 titik minyak tersebut memang potensial, design tata ruang sudah ada. “Jadi pada tahap eksplorasi nanti, semuanya sudah siap” kata Hilal. (wdd)

Rabu, 28 Januari 2009

KADUS II Desa Sumberjaya buka POR antar RW se Griya Asri 2

WARDEL, griya Asri: Diselenggarakannya Pekan Olahraga atar RW se Griya Asri 2 menjadi indikasi semakin rukunnya warga di lingkungan Griya Asri 2. Demikian dikemukakan KADUS II, Desa Sumberjaya Kusnadi ketika mewakili Lurah Sumber Jaya membuka Pekan Olahraga antar RW seGriya Asri 2, di Lapangan Blok E timur, beberapa waktu lalu. Kusnadi menyatakan rasa bangganya bahwa Paguyuban RW yang berada dilingkup tugaskerjanya dengan ketuanya Kholidun, telah melahirkan inisiatif dan menyelenggarakan Pekan Olahraga tersendiri secara periodik dua tahun sekali. Selain mempererat tali silaturrahmi antar sesama warga, Kusnadi berharap bahwa kegiatan olah raga semacam ini dapat menjaring bibit-bibit atlet yang berbakat untuk bisa berprestasi diajang yang lebih tinggi dan beliau juga berharap kegiatan ini tidak hanya diselenggarakan di lingkup Griya Asri 2 saja. ”Pekan Olahraga seperti ini sebaiknya juga diadakan ditingkat kelurahan, namun karena terbentur dana maka kegiatan ini belum bisa terlaksana,,” ujarnya. Upacara Pembukaan POR BGA 2 diawali dengan parade atlet dari masing masing kontingen, dilanjutkan dengan sambutan dari tuan rumah, ketua paguyuban dan ketua pelaksana pertandingan yang kemudian akhiri dengan pelemparan bola oleh Kusnadi sebagai tanda dimulainya POR tersebut. Setelah itu undangan disuguhi pertandingan persahabatan antara tim yunior Pemkab Bekasi melawan Tim Gabungan Griya Asri 2 Ketua pelaksana pertandingan Adi Wijaya ketika di hubungi WARDEL menyampaikan harapannya kepada para atlit yang akan bertanding supaya menjaga silaturahmi, menjunjung tinggi sportifitas dan apabila terjadi insiden yang menyangkut teknis pertandingan supaya diselesaikan dengan santun dan dengan asas saling menghormati.POR yang akan berlansung hingga Mareat 2009 mempertandingkan cabang Bola Volley, Bulutangkis, Tenis Meja dan Catur. Aturan pertandingan terlalu ketat Rumitnya kelengkapan administrasi kepesertaan atlet seperti pencantuman foto bagi atlet dikeluhkan beberapa ketua kontingan. Dengan adanya aturan seperti itu memang ini agak merepotkan olehsebab itu baru pada batas akhir kami bisa menyerahkan daftar atlet pada panitia ujar Suyono ketua RW 07. Hal ini mengakibatkan kualitas atlet yang bertanding tidak mewakili kekuatan yang sebenarnya. Hal tersebut juga dinilai oleh beberapa kalangan yang mengatakan bahwa atlet – atlet yang bertading bukan merupakan perwakilan dari RT maupun RW, cabang Catur kontingen Blok G misalnya beberapa pemain utama tidak diikutsertakan sementara pemain yang notabene tidak terlalu berprestasi baik di lingkup RT maupun RW malah masuk dalam tim inti. Ramos salah satu atlet catur kepada WARDEL mengatakan ketidakikutannya dalam tim Catur Blok G diakibatkan karena aturan pencantuman foto yang terlalu ketat. “Pada waktu pengumpulan foto kebetulan kami sekeluarga sedang berada diluar kota.” ujarnya dengan nada kecewa.(wdd)

Kamis, 04 Desember 2008

POSYANDU KENANGA Bagikan Obat Penangkal “KAKI GAJAH”

WARDEL, Griya Asri, Sebanyak 43 desa di wilayah Jawa Barat dinyatakan sebagai endemi penyakit kaki gajah. Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Jabar, jumlah desa yang menjadi endemi penyakit kaki gajah terbanyak berada di Kabupaten Bekasi. ”Kondisi lingkungan di Kabupaten Bekasi jelek sehingga menjadi salah satu penyebab banyaknya desa yang menjadi endemi kaki gajah,” ujar Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Jabar, Udeng Daman di Bandung beberapa waktu lalu. Selain di Kabupaten Bekasi, kasus kaki gajah ditemukan di delapan kabupaten/kota lainnya di Jabar. Kedelapan kabupaten/kota tersebut adalah Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten Bogor, dan Kota Bogor. Di Kabupaten Bekasi ditemukan 65 penderita kaki gajah. Kemudian di Kota Bekasi sebanyak 23 penderita, Kabupaten Tasikmalaya 22 penderita dan Kabupaten Subang 22 penderita. Penyakit kaki gajah disebarkan oleh nyamuk yang membawa bibit cacing filariasis ini menularkannya ke manusia melalui gigitan. Nyamuk yang menjadi media penularan penyakit kaki gajah adalah aedes dan cullex. Menurut Udeng, pihaknya terus melakukan penyisiran untuk menemukan penderita kaki gajah. Selama ini banyak penderita kaki gajah yang enggan berobat. Padahal, jika tidak diobati risikonya cukup tinggi. ”Si penderita dapat diamputasi kakinya jika tidak diobati secepatnya,” tegas Udeng. Menurut Udeng, setiap penderita kaki gajah minimal harus minum obat cacing sekali dalam setahun. Jika tidak dilakukan pengobatan dini, penderita kaki gajah dapat menularkan penyakit tersebut kepada orang lain. Oleh karena itu, ia mengimbau penderita kaki gajah mau berobat ke puskesmas maupun rumah sakit. Sebagai langkah antisipasi terhadap penyakit tersebut Posyandu KENANGA membagikan obat kepada warga di lingkunagn RW 07 Desa Sumber Jaya, Tambun Selatan. Lies salah satu relawan Posyandu KENANGA mengharapkan partisipasi warga untuk tidak ragu-ragu mengkonsumsi obat yang telah diberikan. ”Tolong Bapak-Ibu obat ini di minum demi kasehatan kita bersama” ujarnya ketika ditemui disela sela pembagian obat kepada warga di lingkungan RT08.(SH,wdd)

Selasa, 25 November 2008

Bekasi siapkan Rp4,5 miliar

WARDEL: Pemkab Bekasi mengalokasikan Rp4,5 miliar dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2008 untuk santunan kematian. Bupati Bekasi, Sa‘duddin kepada Antara mengatakan, belum dapat menentukan besaran dana santunan kematian bagi ahli waris almarhum. Saat ini, besaran dana santunan kematian masih digodok tim yang menangani masalah itu dan diharapkan nilainya dapat untuk mengatasi kesulitan ahli waris terkait prosesi pemakaman. “Agar dana santunan kematian tersebut tepat sasaran, Pemkab Bekasi akan memberlakukan sejumlah persyaratan kepada ahli waris,” katanya Rabu. Persyaratan itu a.l ahli waris harus tercantum pada kartu keluarga almarhum, melampirkan surat keterangan kematian dari pengurus RT, RW dikuatkan oleh kepala desa setempat dan almarhum memiliki KTP Kabupaten Bekasi. “Persyaratan untuk menerima dana santuan kematian itu harus dipenuhi oleh ahli waris almarhum, kalau tidak uang santunan tidak mungkin diberikan,” ujar Sa`duddin. Bupati Bekasi itu menambahkan, persyaratan untuk mendapatkan dana santunan kematian tersebut juga merupakan upaya Pemkab Bekasi agar warga tertib administrasi soal kependudukan. Diberlakukannya persyaratan untuk mendapat santunan kematian diharapkan dapat mendorong warga mengurus KTP dan KK. Menanggapi rencana Pemkab Bekasi tersebut, Asep (45), warga Desa Sukatani, Kabupaten Bekasi mengatakan, merupakan langkah positif. Tapi, dalam pelaksanannya jangan sampai ada oknum Pemkab Bekasi yang mempersulit ahli waris untuk memperoleh dana santunan kematian. Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Golkar (F-PG), Nirwan Fauzi menyambut positif langkah bupati yang memerhatikan warganya. Tapi dana santunan kematian akan lebih berarti bila diberikan kepada ahli waris yang kondisi ekonominya tergolong miskin. “Saya mengingatkan Bupati Bekasi agar yang mendapat dana santuan kematian hanya ahli waris keluarga miskin saja. Kalau warga yang kaya tidak perlu,” ujarnya. (wdd)

Senin, 24 November 2008

JANGAN TAKUT UNTUK BERUBAH

“Sebagian besar orang yang melihat belum tentu bergerak, dan yang bergerak belum tentu menyelesaikan (perubahan). ” Kalimat ini mungkin sudah pernah Anda baca. Dalam suatu kesempatan iseng-iseng Saya mengeluarkan dua lembaran Rp 50.000. Ditengah-tengah puluhan orang yang tengah antri minyak tanah, Saya tawarkan uang itu. “Silahkan, siapa yang mau boleh ambil,” ujar Saya. Saya menunduk ke bawah menghindari tatapan ke muka sambil menjulurkan uang Rp 100.000. Seperti yang Saya duga, hampir semua orang hanya diam terkesima. Saya ulangi kalimat Saya beberapa kali dengan mimik muka yang lebih serius. Beberapa orang tampak tersenyum, ada yang mulai menarik badannya, yang lain lagi menendang kaki temannya. Seorang ibu menyuruh temannya maju, tetapi mereka semua tak bergerak. Belakangan, dua orang pria maju ke depan sambil celingak-celinguk. Orang yang maju dari sisi sebelah kanan mulanya bergerak cepat, tapi ia segera menghentikan langkahnya dan termangu, begitu melihat seseorang dari sisi sebelah kiri lebih cepat ke depan. Seseorang berkepentingan terhadap bagaimana menggerakkan orang-orang yang tidak cuma sekedar berfikir, tetapi berinisiatif, bergerak, memulai, dan seterusnya.Manusia pemenang adalah manusia yang responsif, inovatif dan selalu bergerak untuk perubahan. Jadi kenapa mesti takut untuk berubah.???